Membedah Dampak Judi Online Terhadap Personal dan Ekonomi

Thanks to my beloved friends who discussed this topic intensively: B, tan, ca, & dah

Intro

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk sebesar 278 juta jiwa yang berada di urutan ke-4 setelah Amerika Serikat. Sebanyak 215 juta penduduk sudah melek terhadap internet. Bagi sebagian perusahaan digital, hal ini menjadi peluang bagus untuk memperluas jaringan ke Indonesia. Sayangnya, internet tidak selamanya berdampak positif.

Indonesia malah menjadi sasaran judi online seperti slot. Sekilas ini bukanlah masalah yang serius. Karena itu merupakan urusan masing-masing individu. Tapi ternyata tidak demikian, menurut saya semakin masifnya judi online di Indonesia akan berdampak secara ekonomi.

When gambling becomes uncontrollable, the problem gambler will spend even more money, attempting and usually failing, to win back their losses. Here are some of the financial consequences that may occur: Overdue bills. Maxed out credit cards / Denial of credit.

nevadacouncil.org

Sekarang anda bertanya-tanya dan membandingkan dengan Amerika Serikat yang melegalkan judi tetapi tidak terjadi apapun. Amerika serikat memiliki regulasi ketat terhadap perjudian. Bahkan amerika juga memiliki undang-undang mengenai judi online, yaitu Undang-Undang Penegakan Perjudian Internet Ilegal tahun 2006 (Unlawful Internet Gambling Enforcement Act of 2006).

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Indonesia secara tegas melarang perjudian dalam bentuk apapun seperti yang tercantum dalam Pasal 27 ayat (2) UU 1/2024, Pasal 303 tahun 1974, dan Pasal 303 bis KUHP 1974. Dari segi regulasi Indonesia sudah memiliki aturan yang jelas mengenai larangan judi online.

Tetapi jika dilihat secara sosio ekonomi, pertumbuhan judi online malah semakin masif, bahkan hal ini menjadi tindakan yang dianggap biasa oleh beberapa individu . Selain itu, iklan situs judi online di beberapa media sosial atau website juga semakin banyak. Tentunya pemerintah sudah melakukan banyak tindakan untuk mencegah persebaran judi online.

Sumber: databooks.katadata.co.id

Sayangnya “banyak” bukan berarti efektif. Mungkin jika pencegahan serta penangganan judi online di Indonesia seperti itu-itu saja, makin banyak orang terekspos terutama remaja usia produktif. Nilai transaksi judi online tahun 2022 sebesar 104 triliyun rupiah adalah pembuktian nyata mengenai bisnis ini. Sebagian besar uang tersebut juga mengalir ke luar negeri. Anda mungkin semakin sadar atau “ya sudah lah” setelah membaca bagian intro.

“Ibaratnya kalau kamu sudah habis Rp 2 juta, kamu pasti nggak terima dan harus balikin duit itu dengan cara… gambling lagi, gambling lagi.

Money Circulation

Saya pernah mendengar atau membaca suatu kalimat mengenai ekonomi yang intinya roda ekonomi akan berjalan ketika perputaran uang terjadi, jika uang tidak berputar dan hanya terpusat dipihak tertentu saja, ekonomi akan berada pada kondisi yang tidak sehat.

Jika saja ada suatu kejadian yang membuat seseorang membeli tahu lebih sedikit atau tidak jadi membeli. Maka pihak yang terdampak bukan hanya pedagang tahu saja, tetapi pengrajin tahu dan petani. Belum lagi jika dilakukan pemetaan lebih detail akan tergambar lebih banyak pihak terdampak.

Anggaplah seseorang membeli tahu di pasar, secara ekonomi uang berputar pada beberapa pihak. Dari ilustrasi tersebut dapat diketahui bahwa jika semisal daya beli masyarakat turun, maka pihak-pihak yang terlibat ikut merasakannya.

The Big Actors

Ilustrasi di atas menggambarkan ketika lingkaran warna merah semakin besar (perputaran uang terpusat di bandar) maka lingkaran berwarna hijau akan tertutupi. Menyebabkan perputaran uang di masyarakat semakin kecil dan mengarah pada daya beli yang turun.

Judi online seperti slot akan menghambat perputaran uang karena uang yang seharusnya (mungkin) dibelanjakan untuk membeli suatu barang di pasar, malah dijadikan sarana deposit pada situs judi. Walaupun terdapat peluang bahwa uang yang didepositkan tersebut menjadi lebih banyak, tapi sedikit riwayat yang menyebutkan seseorang akan kaya dan terus kaya dengan berjudi.

Perputaran uang akan terganggu karena bandar judi adalah orang yang bisa dikatakan merupakan kelas menengah ke atas. Distribusi uang yang mereka keluarkan kurang efektif dalam skema ekonomi perputaran uang. Terlebih bandar-bandar tersebut hanyalah manusia biasa yang makan dan minum saat kenyang. Artinya uang yang mereka dapatkan dari masyarakan akan dialokasikan pada aset tertentu saja sehingga uang mengalir pada tempat yang “khusus”.

Bahkan banyak cerita miris mengenai orang-orang yang hidupnya hancur karena sudah berada pada tahap adiksi/candu judi online. Sudah sepatutnya pemerintah Indonesia serta masyarakat mulai serius terhadap bahaya judi online. Lama kelamaan perilaku individu ini akan memiliki dampak secara komunitas.

Closing

Judi online adalah hal yang dapat merusak pola pikir generasi muda Indonesia. Permainan ini menawarkan sebuah harapan cepat kaya dengan usaha minimal. Dampaknya akan terasa secara personal terlebih dahulu yang lambat laun akan menjadi masalah dengan skala lebih luas lagi.

Saya juga dapat membayangkan usaha pemerintah kedepannya akan lebih susah dalam memberantas oknum atau pemiliki bisnis ini. Volume yang mencapai ratusan triliyun ini akan menjadi senjata untuk bertahan.


Discover more from Qorinotes

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Qori Avatar

Published by

Categories: