
Sejatinya ilmu pengetahuan manusia saling terhubung dan saling melengkapi dalam menjelaskan peristiwa yang ada di alam.
Intro
Suatu ketika ada pertanyaan “kenapa tanaman dari biji bulet bisa jadi organ lain kek bunga, batang, daun, buah?” lalu jawabannya “Oh itu mah emang udah dikoding dari DNA“. Sekilas pertanyaan tersebut seperti sudah terjawab, tetapi sebenarnya belum sepenuhnya menjawab esensi pertanyaan.
DNA yang memiliki basa nukleotida A, T, G, dan C akan diterjemahkan menjadi asam amino lalu menjadi protein. Nantinya akan ada mekanisme seperti central dogma, ekspresi, regulasi, dan pensinyalan.
Salah satu bidang yang berusaha menjawab pertanyaan tersebut adalah morphogenetic fields. Ide dari para biogist tahun 1920-an. Sayangnya tidak ada satupun ilmuwan pada masa tersebut yang tau cara kerja dari self-organizing influences.
Pada saat mengeyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) sampai Pendidikan Tinggi, kita mengenal mata pelajaran atau mata kuliah yang sekilas menunjukan bahwa Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika adalah hal terpisah.
Biologi menjelaskan DNA yang terdiri dari basa nukleotida. Kimia menjelaskan hubungan basa tersebut berdasarkan ikatan kimia, pasangan basa, dan metilasi. Fisika menjelaskan prinsip dari untai ganda, super coiling, dan proses fisik yang terjadi.
Sejatinya ilmu pengetahuan manusia saling terhubung dan dapat saling melengkapi untuk menjelaskan peristiwa yang ada di alam. Terkadang hal ini menyebabkan kita merasa bahwa kenyataan yang sedang kita hadapi sekarang hanya berasal dari satu bidang saja.
Apakah genomics adalah muara ilmu pengetahuan? sudah ramai dibicarakan mengenai rekayasa genetika, mutan, dan senjata biologis. Menurut saya tidak.
Bukan Akhir
Apa yang terjadi di alam biasanya direfleksikan juga oleh kegiatan kita sehari-hari.
fn main (){
println!("Hello World")
}
Kode di atas akan menampilkan kata “Hello World” di layar komputer. Terlihat sangat sederhana kan? kode lain dapat membuat program yang lebih kompleks seperti website, aplikasi, dan operating system.
Imajinasi kita bisa dituangkan dengan koding. Apa yang kita pikirkan bisa dibuat sebuah “program”. Kita memiliki kebebasan tanpa batas untuk mengembangkan sesuatu.
Hal ini juga terjadi saat kita mengetahui susunan basa nukleotida yang nantinya berakhir menjadi ekspresi fenotipik (visual). Seseorang yang memiliki DNA rambut kriting, rambutnya akan kriting. Akhirnya muncul teknologi advance seperti rekayasa genetik.
Sekarang bioteknologi sudah sangat maju, bahkan ada suatu proyek berencana mengembangkan tanaman yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Kita juga memiliki harapan untuk mengembangkan produk bioteknologi yang dapat membantu kehidupan manusia.
Antara coding dan bioteknologi memiliki satu kesamaan, yaitu memberikan kita sebuah kontrol untuk mengembangkan sesuatu karena keduanya merupakan hal yang fundamental.
Tapi apakah ini dapat menjawab semua hal? belum tentu. Masih ada yang lain. Coding dengan bahasa seperti HTML, C++. HTML, dll ditopang oleh sistem yang lebih besar dan universal.
Sistem tersebut adalah komputer, di dalamnya terdapat ribuan pembahasan menarik lain seperi CPU, GPU, RAM, dan ROM. Artinya genomics bukan sebuah muara dari ilmu pengetahuan karena secara logika akan ada hal lain yang mendasarinya.
Kesimpulan
Morphic resonance, Quantum Entanglement, dan Adaptive Information adalah hal menarik lain untuk kita eksplor di artikel selanjutnya. Maka dari itu kesimpulan yang saya berikan adalah “genomics memberikan kita kontrol untuk mengembangkan suatu hal, tetapi bukan muara dari ilmu pengetahuan.
Leave a comment