
Artikel ini adalah mini review dari bagian buku The Art of Contrary Thinking oleh Humphrey B. Neil selaku penulis. Kamu bisa menemukan buku ini di Amazon atau mencarinya di internet.
Terdapat bagian menarik yang membahas sekilas mengenai manuver politik dalam pemilihan umum negara barat.
Saya melihat cara ini cukup efektif juga dilakukan di beberapa negara dan bisa saja kita merasakan hal ini.
Oleh karena itu tujuan kita kali ini adalah berdiskusi mengenai pemaknaan dari bagian buku Neil.
Tell them nothing and promise them everything. Counsels politicans and above all never reason witht voters. Affirm but never explain; repeat what you’ll do for them. But never argue.
Tell them nothing and promise them everything
Benar sekali, dalam meraih suara menurut penafsiran penulis dari buku ini adalah jangan menceritakan sesuatu, tapi berikan janji. Mengapa? voters tidak membutuhkan cerita-cerita inspiratif.
Mereka memilih tokoh politik karena ingin mendapatkan suatu perubahan. Maka dari itu kebaharuan dengan medium “promise” atau janji adalah fokus voters.
Jika kita ingat-ingat lagi, hanya sedikit politikus yang tidak memberikan janji pada calon voters. Maka dari itu penulis atau pembaca harus lebih bijak dalam menanggapi janji dari politikus.
Apakah salah memberikan sebuah janji? tidak. Rasanya ini normal saja, karena sejatinya pemimpin harus bertanggung jawab atas janjinya. Sayangnya realita di lapangan lain lagi.
Never reason with voters
Reasoning? sebenarnya kalimat ini menurut penulis memiliki makna yang melebar. Tetapi mari kita diskusikan jikalau yang dimaksud reasoning di sini adalah menggunakan jalan pemikiran rasional dan logis.
Hal ini disebabkan karena massa berpikir secara kumulatif, loyalitas, dan menggunakan perasaan. Jadi ketika seorang politikus menggunakan pendekatan emosional dan mengebu-gebu bisa jadi lebih efektif.
Pembahasan ini sebenarnya ada pada awal buku (ban pertama) bahwa massa berpikir menggunakan emosi dan individu menggunakan jalan berpikir rasional.
Affirm but Never Explain
Penegasan kepada voters terhadap visi dan misi yang politikus bawa, tetapi jangan menjelaskan. Penegasan akan membawa keyakinan dan loyalitas. Menjelaskan akan membukakan jalan bagi serangkaian kemungkinan.
Terkadang penjelasan yang politikus sampaikan menjadi pedang bermata dua jika tidak dilakukan secara hati-hati. Ujungnya akan menimbulkan keraguan dan akhirnya loyalitas voters berkurang.
Repeat what you’ll do for them. But never argue.
Artinya mengulang dan mengulang, tetapi jangan berargumentasi atau mendebat voters. Perdebatan seringkali melibatkan emosi antara tokoh politik dengan voters, akhirnya membuat keraguan.
Voters melihat sosok politikus atau pemimpin sebagai agent of change yang artinya mereka merasakan keselarasan atau satu kesatuan. Membangun hal tersebut susah, merusaknya cukup dengan satu kalimat saja.
Akhir kata
Terima kasih telah membaca sampai akhir, nantikan book review atau artikel lain dari penulis.
Leave a comment