Cerita Seru Bergelut dengan Masalah Pada Bibit Anggur

Emang ada ya orang seneng sama masalah? sebenarnya bukan seneng, tapi jadi banyak hal yang bisa aku share, banyak konten deh.

Sebelumnya kenalin namaku Qori, sekarang boleh sebut aku petani Gen-Z. Aku juga merupakan seorang fresh graduate dari Faperta UNPAD.

Ceritanya sekarang sedang bekerja di perusahaan agrowisata. Tugas pertama kali akubadalah merawat bibit anggur.

Saat hari pertama kerja aku sudah mulai khawatir karena bibit yang berjumlah puluhan tersebut terkena hujan intensitas tinggi.

Benar saja, besoknya sudah mulai terjadi infeksi oleh jamur downy mildew. Sangat masif, setelah dipindah ke green house, hampir semuanya terkena.

Aku sangat kelimpungan alias bingung, akhirnya aku bertanya pada mentor dan juga penjual bibit tersebut.

Hal pertama yang aku lakukan adalah melakukan penyemprotan fungisida amistartop.

Selama tiga minggu aku melakukan  rotasi  fungisida ridomil gold dan amistartop, akhirnya muncul daun baru dan penyebaran mulai berhenti.

Berdasarkan pengalaman pribadiku, usaha preventif wajib dilakukan secepatnya dengan dosis aman sesuai umur bibit, apalagi jika menggunakan tipe GH terbuka.

Tidak cukup di sana karena aku juga mulai memindahkan anggur tersebut ke dalam media tanam berupa tanah. Pemilihan ini juga membuat aku belajar satu hal.

Kadar nitrogen yang tinggi dan kemampuan menahan air kuat pada jenis tanah yang kupakai, membuat media aga basah, akhirnya anggur banyak mengeluarkan cabang baru.

Sekilas terlihat subur, tetapi akan semakin lama untuk melakukan pertumbuhan, terutama tinggi tanaman. Maka dari itu harus dilakukan pemangkasan.

Ketika terdapat lebih dari satu cabang, kita dapat memilih  yang paling bagus dari segi kesehatan daun,keaktifan pucuk, dan keaktifan sulur.

Aku menggunakan gunting pangkas dan melakukannya di pagi atau sore hari. Saat aku melakukan pemangkasan, tiba-tiba aku melihat satu masalah lagi.

Kejutan kembali, sekarang mulai terdapat penyebaran embung tepung (powdery mildew) pada bagian daun dan batang.

Jika dilihat secara seksama terdapat jaring putih-putih pada daun di atas. Hal ini terjadi karena selama dua minggu kondisi udara sangat lembap dengan hujan intensitas tinggi.

Aku juga mulai menjarangkan aktivitas penyiraman serta melakukan  aplikasi fungsida berbahan aktif sulfur disertai rotasi.

Kalau masalah jamur, mereka datang ketidak kondisi lembap seperti mudim hujan, ada satu hal yang dijamin akan selalu datang.

Hama seperti ulat dan belalang, biasanya serangan mereka masif pada saat cuaca panas. Tetapi setiap hari ada satu korban daun.

Karena belalang di sini ukurannya cukup besar, aku sering melakukan rotasi menggunakan bahan aktif imidakloropid dan profenofos.


Discover more from Qorinotes

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Qori Avatar

Published by

Categories:

Leave a comment