
Aku bisa dibilang menghabiskan masa muda untuk bekerja sebagai affiliate marketing, event participants, dan reviewers. Rentetan pekerjaan ini tidak membuat aku kaya, tapi untuk menyambung hidup dan membeli peralatan tersier.
Dari pengalamanku tersebut sebenarnya aku lebih prefer untuk bekerja WFH. Pekerjaan fisik tidak terlalu menarik untuk diriku, tetapi aku adalah seseorang yang ingin merapkan prinsip “out of my comfort zone“.
Setelah lulus wisuda pada 11 November 2025 aku langsung menyetujui untuk bekerja di pilot project smart farming yang tadinya adalah sebuah konsep wisata budaya.
Rupaya owner menginginkan adanya penambahan menjadi agrowisata. Ternyata bekerja di pilot project membutuhlan effort yang besar, baik tenaga dan pikiran.

Saat awal datang, aku bertugas untuk memetakan peralatan pertanian dan juga menyiapkan penanaman melon hidroponik di green house yang cukup besar.
Sebenarnya yang paling sulit adalah melakukan manajemen sumber daya manusia dan memetakan pekerjaan yang merangkap ke wisata, ini membuatku pusing 100 keliling.
Walaupun pada akhirnya green house berhasil aku isi dengan keadaan yang belum cukup layak, tapi keputusan harus dibuat atau aku mengorbankan bibit melon.
Sampai sekarang, agenda green house sudah berjalan cukup lancar dari mulai melon yang sudah berbuah dan tanaman anggur yang sudah aku coba untuk menggunakan sistem tralis.
Berapa lama aku akan bertahan? jujur tidak tau. Lingkungan kerja di sini sebenarnya normal. Tetapi aku bertahan bukan karena soal nyaman atau tidak, tetapi aku mau pilot project ini sukses.

Leave a comment